Seto Mulyadi adalah seorang psikolog anak, pembawa acara program anak dan pemerhati masalah anak-anak. Bahkan akibat 'kepiawaiannya', pria yang akrab dipanggil Kak Seto ini, dipercaya untuk kali kedua sebagai Sekjen Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA). Selain itu kiprahnya di dunia pendidikan dan perlindungan hak anak membuat Kak Seto makin diakui di tingkat nasional dan internasional lewat berbagai penghargaan yang diterimanya, di antaranya dari Sekjen PBB Javier Perez berupa penghargaan "Peace Messenger Award", New York, pada 1987, dan Orang Muda Berkarya tingkat Dunia, di Amsterdam pada 1987.Biografi Seto Mulyadi (Kak Seto) dari Google Biografi
Kak Seto di lahir di Klaten, 28 Agustus 1951. Pernikahannya dengan Deviana menghasilkan empat anak yakni Eka Putri, Bimo, Shelomita, dan Nindya Putri. Ia memiliki saudara kembar bernama Kresno Mulyadi (Kak Kresno) yang juga seorang psikolog anak dan juga memiliki kakak Maruf Mulyadi.
Pria yang kini menjabat sebagai Ketua Umum Komnas Anak itu menyelesaikan pendidikan Sarjana Psikologi UI pada 1981, Pendidikan S-2 Bidang Psikologi Program Pascasarjana UI pada 1989, dan meraih gelar Doktor bidang Psikologi Program Pascasarjana UI pada 1993.
Adanya jabatan di Komnas PA itu membuat pria penerima Men’s Obsession Award 2006 itu menjadi sasaran pengaduan bagi mereka yang menghadapi persoalan anak. Termasuk kasus 'rebutan' anak yang banyak dialami oleh para selebritis yang mengalami perceraian. Terhitung mereka adalah Tamara Bleszynki, Zarima, Five V dan lain sebagainya.
Kak Seto yang pernah menjadi pembawa acara televisi program anak-anak bersama dengan Henny Purwonegoro itu, sering mengungkapkan keprihatinan kondisi anak di Indonesia. Terutama mereka yang menjadi korban kekerasan dan terpaksa tidak bisa menjalani perkembangan secara normal.
Kak Seto Bangun Tujuh Trauma Center di Padang
Psikolog dan pemerhati anak, Seto Mulyadi, yang akrab dipanggil Kak Seto akhirnya membangun Trauma Center Pondok Ceria di kota Padang, Sumatera Barat, pada tujuh titik untuk memberikan pencerahan pada anak-anak pasca gempa berkekuatan 7,6 SR yang sebelumnya mengguncang kota itu.
"Pencerahan pada anak-anak pasca gempa perlu dilakukan lebih cepat agar anak bisa pulih dari traumanya dan kembali bisa belajar dengan baik," kata Kak Seto ketika menghibur sekitar 70-an anak di SD 01 Sawahan Kecamatan Padang Timur, kota Padang.
Kota Padang merupakan salah satu kota terparah diguncang gempa berkekuatan 7,6 SR pada 30 September 2009 pukul 17.18 WIB. Sumber gempa di lokasi 0,84 Lintang Selatan dan 99,65 Bujur Timur. Kedalaman gempa 57,5 km barat daya kota Pariaman, dan 52,5 km barat laut kota Padang.
Menurut Kak Seto yang juga berasal dari Komnas Perlindungan Anak, Trauma Center Pondok Ceria itu akan dibangun di dua SD, dua panti dan lainnya juga di Pariaman.
![]() |
| Kak Seto sedang memperhatikan seorang anak jenius membaca SMS dengan mata tertutup |
Referensi:
http://id.wikipedia.org/wiki/Seto_Mulyadi


