
Biografi Dik Doank
Dik pernah merilis tiga album, PULANG (1997), JANGAN TAKUT (1999) dengan single hits Pak Posku dan Digoda Waria, serta 180 DERAJAT (2004). Lirik-lirik lagunya bertema sosial dengan kalimat-kalimat yang sedikit nakal yang memang menjadi ciri khas Dik Doank.Sejalan dengan kritik sosial di lagu-lagunya, Dik juga sangat perduli dengan kehidupan dan lingkungan sosial. Dik mendirikan sekolah bagi anak-anak kurang mampu, yang sulit untuk mendapatkan pendidikan yang layak, dengan nama "Kandank Jurangk Doank". Sekolah bertema alam ini didirikan di tempat tinggalnya, di kawasan Jurangmangu, Ciputat, Tangerang.
Karier Dik Doank
Dik Doank suka menggambar dan mengarang komik sejak kecil. Hobi ini terus dikembangkannya dan saat berusia 15 tahun, Dik mulai mengarang lagu. Karyanya sering diikutkan dalam lomba meski belum pernah menang. Selepas SMA, Dik mempertajam bakat seninya dengan belajar di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) jurusan Desain Grafis spesifikasi cover album dan poster. Hasil kerja keras Dik dapat dinikmati di sampul kaset album milik Atiek CB, Chrisye, Broery Pesulima, Nike Ardilla, Ebiet G. Ade, Koes Plus dan AB Three.![]() |
| Dik Doank menjadi duta lifebuoy |
Meski telah mengeluarkan 3 album, namun Dik Doank lebih terkenal sebagai pembawa acara. Dik pernah menjadi pembawa acara untuk acara siaran langsung piala dunia FIFA World Cup 2002 Korea-Jepang bersama Ucok Baba. Selain itu, berkat membintangi sebuah produk minuman penambah energi, Dik Doank dapat bertemu dan membintangi iklan yang sama dengan pemain bola asal Italia, Alessandro Del Piero. Pada tahun 2007, Dik Doank secara rutin tampil di televisi memandu acara "Selamat Pagi" di Trans 7 bersama Desy Ratnasari.
Pada bulan Oktober 2010 Dik Doank resmi menjadi Brand Ambassador sabun Lifebouy. Hal ini ia terima setelah berpikir dalam proses yang panjang. Tapi berhubung mempunyai visi misi yang sama dengan hidupnya maka Dik pun berencana akan melakukan kerja sama dengan produk sabun kesehatan ini.
Kehidupan sosial Dik Doank
Dik Doank sangat perduli dengan kehidupan dan lingkungan sosial. Di tempat tinggalnya, di kawasan Jurangmangu, Ciputat, Tangerang, Dik mendirikan sekolah bagi anak-anak kurang mampu, yang sulit untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Sekolah bertema alam tersebut diberi nama "Kandank Jurank Doank". Sekolah ini berawal dari keprihatinan Dik terhadap keterpurukan nasib pendidikan sebagian anak-anak Indonesia. Dik juga perduli dengan lingkungan sekitarnya. Setiap minggu, Dik mengadakan diskusi dengan warga di lingkungan rumahnya, sebagai perwujudan kepedulian terhadap lingkungan.Sejak tahun 2004, Dik Doank mendirikan "Yayasan Dik Doank". Yayasan ini menaungi sekolah yang memperkenalkan pendidikan dan mengembangkan bakat anak-anak. Melalui sekolah ini, Dik juga mencoba memberi bekal bermain sepak bola kepada anak-anak.
Kehidupan pribadi
Dik Doank menikah dengan Myrna Yuanita pada tahun 1993. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai 3 orang anak, Ratta Billa Baggi, Geddi Jaddi Membummi, dan Putti Kayya Hatti Imanni.Diskografi
Jangan Takut - 1997
Filmografi
Kuldesak - 1997
Ariel & Raja Langit - 2005
Referensi:
http://id.wikipedia.org/wiki/Dik_Doank
http://wikiberita.net/dik-doank-butuh-waktu-putuskan-jadi-brand-ambassador.html
http://selebriti.kapanlagi.com/indonesia/d/dik_doank/


